Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2016

Untukmu Calon Imamku Yang Sedang Memantaskan Dirinya Di Hadapan Allah

Untukmu Calon Imamku Yang Sedang Memantaskan Dirinya Di Hadapan Allah

Untukmu calon imamku..
Kutulis kisah ini di malam-malamku yang panjang
Bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan

Untukmu Calon Imamku Yang Sedang Memantaskan Dirinya Di Hadapan Allah


Untukmu seseorang yang akan menemaniku di masa depan
Kamu..Siapa kamu?Siapa namamu?Dimana kamu berada?
Aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertunda,
Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna bila engkau tak kunjung hadir di hadapanku

Untukmu calon imamku yang aku tidak dimana engkau berada
Suatu saat bila engkau datang, tolong cintai aku karena Allah
Bimbinglah aku, jadilah imam dalam sholatku,
Izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum di wajah teduhmu
Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat di dalam hati dan pikiranmu

Untukmu calon imamku yang entah sedang apa
Ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu
Nanti terangkanlah apa-apa yang tidak ku mengerti darimu
Terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai
agar aku bisa mengenalmu secara utuh

Untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya di hadapan Allah
Ketahuilah bahwa aku pun di sini selalu menantimu dalam taat
Menanti untuk menjadi belahan jiwamu, menanti untuk menjadi penyejuk hatimu�

Lyric:
Kau yang tertulis di Lauh Mahfuz
Kau adalah rahasia terbesarku
Kehadiranmu menyempurnakan hidupku

Kau yang ku sebut di dalam doaku
Kau yang menjadi imam di hidupku
Kehadiranmu menyempurnakan imanku

Ku menungggu dalam sabarku
Ku ikhlaskan semua harapanku
Bersamamu di masa depanku
Membangun cinta Membangun surga
Menggapai Ridho Nya

Dan aku menanti menjadi bidadari untukmu
sampai bertemu di suatu masa
Calon Imamku

Lirik Lagu : Meyda sefira


Selasa, 30 Agustus 2016

Assalamualaikum Abang, Kapan Mau Kerumah Bertemu Ayah

Assalamualaikum Abang, Kapan Mau Kerumah Bertemu Ayah

tidak perlu menjadi seseorang yang sempurna di hadapan seorang wanita dan sang mertua akan menerimamu. Tidak perlu menjadi orang lain yang memiliki kesempurnaan rupa dan keberlimpahan harta. Karena bagiku, kejujuran hatimu memberikan jaminan kesetiaa dan tanggung jawab atas amanah yang nantinya akan kau emban.

Assalamualaikum Abang, Kapan Mau Kerumah Bertemu Ayah

Aku bukan lah wanita yang sempurna, karena sempurnaku adalah dengan hadirnya dirimu di sisiku. Disisiku saat kau dengan berani berjaji pada ayahku untuk mejagaku dan bersedia menjadi imam yang baik bagiku. Sudah cukup bagiku menjadikanmu sebagai satu-satunya tempat berlindung dan mengadu. Karena berbakti dalam taat padamu adalah jalanku menuju jannah-Nya.

Jangan pernah takut untuk menemuiku dan berkenalan dengan keluargamu. Karena ayahku tidak seseram yang kau fikirkan di benakmu. Beliau sama seperti ayahmu dan dirimu, Cuma bedanya dia memiliki kewajiban memilihkan calon yang baik untuk anak gadisnya. Kau kah  itu, semoga ia.

Sebenarnya padamu akau jatuh hati, sejak tatapan mata yang berakhir dengan pandangan mengarah ke bumi. Hati ini mulai melangit bersama doa, semoga sosok sepertimu menjadi jodohku kelak. Seorang pemuda yang sopan, kaya akan ilmu pengetahuan, dan tentunya takwa dalam beribadah. Semoga doa kita sama dan Allah memberikan keberanian padamu untuk mengungkapkannya. Apa daya seorang wanita yang hanya bisa menerima pilihan dari orang tua, karena kau tidak kunjung datang kerumha. ( Baca: Ini Aku Yang Baper, Atau Kamunya Yang Gak Jelas )


Walau sabarku tidak ada batasnya, tapi penantian ini tidak bisa menunggu lama. Ia akan merelakan seseorang yang tidak memiliki keberanian, dan memilih  pria yang memiliki nyali untuk meminang. Assalamualaikum abang, kapan mau ke rumah bertemu ayah.  Adalah sapaan yang selalu aku ucapkan dalam doa-doa. Semoga kau merasakannya dan segera menjawab salam ku.