Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

Tentang Cinta Yang Meminta Untuk Menanti < hal.1 >

Tentang Cinta Yang Meminta Untuk Menanti < hal.1 >

Kita yang hanya bisa menunggu, waktu memberikan jawaban atas segala rindu. Aku yang berusha setia, walau tidak pernah bertatap muka dan saling bercerita. Kamu yang selalu ada dalam hati dan tidak bisa terganti oleh siapapun. Akankah daoku dan doamu berada di satu waktu dan satu tempat yang di aamiinkan oleh banyak orang.

Tentang Cinta Yang Meminta Untuk Menanti < hal.1 >


Tentang cinta yang meminta untuk menanti. Tetang cerita yang sengaja aku tuliskan dalam catatan harianku. Karena semua tentangmu sudah tidak bisa tertampung lagi dalam fikiranku. Dengan ini semoga kau abadi di dalamnya, seandainya takdir tidak mau mempersatukan kita. ( Baca: Aku Tak Berharap Dipertemukan, Aku Minta Kita Dipersatukan Dalam Cinta-Nya )

Tentang cinta, tentang kita berdua yang berusaha saling setia walau tidak pernah menyapa. Hanya bisa saling menunggu dalam rindu, dan menyapa dalam doa. Karena bersama adalah suatu keajaiban dari Tuhan. kita yang saling menjaga, yang hanya bisa saling tersenyum dan menyapa jika  berpapasan. Tidak banyak kata yang terucap, tapi doa yang terucap untukmu begitu lengkap pada-Nya.

Tidak ada keharusan untuk menunggu dan ditunggu. Karena hidup sepenuhnya milikmu, tidak ada hak untuk meminta sebagian dari itu sebelum kita bersanding di pelaminan. Tapi karenamu, diriku enggan untuk membuka hati dan sengaja aku tutup hanya untukmu. Dulu aku pernah memberikan kuci hati ini padamu tanpa kau ketahui. Bawalah padaku, dan buka hati ini olehmu. ( Baca: Ijinkan Wanita Yang Belum Sempurna Ini, Menyempurnakan Hidupnya Bersamamu )

Aku bukan orang sempurna atau orang hebat, mungkin kau akan meninggalkanku jika tau semua kelemahan dan kekurangku. Aku hanya manusia biasa yang masih senang belajar, manusia biasa yang sudah bosan dengan kegagalan, manusia biasa yang ingin bisa menjadi bagian dari hari-harimu.

Ini tentang cinta, tentang kita yang mungkin akan menjadi bagian dari tulisan-tulisanku. Tentang sebuah ketulusan untuk menunggu dan semangat untuk maju menjeput apa yang ada dalam mimpi. Tentang kamu yang selalu menjadi inspirasi dan motivasi untuk tetap maju dan berkembang. Tentang aku disini yang berusaha mencari pagi di tengah malam yang gelap. ( Baca: Sayang, Nikmati Hidup Ini Dan Sampai Jumpa Lagi )


Aku disini dan masih disini, untukmu

Rabu, 09 Maret 2016

Kepada Mantanku : "Terimakasih Telah Meninggalkanku" (Part I)

Kepada Mantanku : "Terimakasih Telah Meninggalkanku" (Part I)



Telepon itu berdering...
Sungguh, aku mulai bosan dan muak dengan masalah ini...
Bagiku semua ini selesai sejak lama...
Meskipun kondisi perbincangan tak selancar biasanya karena signal yang bersahabat, aku enggan untuk terlalu mengikuti arah perbincangan ini. Kubiarkan semua ini mengalir sedemikian rupa
Dadaku serasa sesak, air mata tertumpah ruah...
Bukan karena lelaki itu,,, tapi karena hati seorang ibu yg sedang tersakiti...

Kepada Mantanku : "Terimakasih Telah Meninggalkanku" (Part I)


Sungguh,, aku merasakan sakit yg tak terperih... Mulai terbayang masa-masa kelam ku dahulu,
Aku tak tau mesti berbuat apa lagi...
Aku telah lama menyerah...
Maaf...
Yah,,hanya kata itu yg tertuang
Hanya kata itu yg menari-nari...
Maaf karena mungkin aku juga telah melukai,
Maaf karena mungkin terkesan tak peduli
Jujur, bukan itu...
Bukan itu yg aku maksudkan...
Tapi mohon untuk mengerti aku, perasaanku jauuuh lebih terluka dibanding siapa pun di dunia ini,,
Perasaanku jauh lebih sakit dari apa pun...
Aku sedang dalam rehabilitasi...
Aku mohon mengerti keadaanku...
Maaf tak bisa menemui...

Satu bulan telah berlalu, satu bulan yang begitu menyakitiku, dan kini mereka datang, hendak memperjelas semuanya...

Tiga tahun lamanya aku menjalin hubungan dengannya. Begitu banyak yang telah kami lewati,
Hingga suatu ketika kami memutuskan untuk menikah. Tentu saja, hati ini berbunga membayangkan bahwa aku telah menemukan jodoh ku. Dan hari dimana engkau datang bersama keluarga besarmu untuk meminangku pun berlangsung, engkaupun meminta 'acara itu' dilaksanakan 6 bulan kemudian, dengan maksud untuk mengumpulkan dana untuk masa depan kami.
Tahukah engkau bahwa aku sangat menantikan hari 'itu'?
Namun ternyata Allah telah menggariskan hal yang lain untuk aku jalani...
Engkau memutuskan semua itu, tanpa ada kejelasan... dan keluargamu pun diam, membisu,,
Hanya kata 'sabar' yg kudapati...
Aku begitu hancur, begitu tak berdaya, namun jarak yang memisahkan membuat semua ini semakin abu-abu.

Dia adalah laki-laki yang menemaniku selama tiga tahun ini. Semua keterpurukan dalam hidupku kulalui bersamanya. Tentu saja hubungan ini semakin serius. Bahkan kedua orang tuanya pun begitu memperhatikanku. Dia, lelaki yang meskipun seusia denganku, begitu sabarnya menghadapi sikapku. Dia, telah membuatku merasa dicintai. Hingga saat kami telah dewasa, tibalah waktunya kami harus menjalani hubungan dengan jarak yang jauh. Pulau memisahkan kami.
Tak pernah sekalipun kulalui hari dengan meragukan kesetiaannya. semua berjalan baik-baaik saja, hanya pertengkaran kecil yang menghiasi hubungan kami. Dan hari itu terjadi,
Telepon pun berdering...
"Halo"

"Iya..."

............. (hening)

"Ada apa?"

"Maaf, sepertinya hubungan ini harus sampai disini, aku merasakan ketidaknyamanan dengan hubungan ini"

"Maksudnya?" Seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuhku

"Maaf"

"Tapi......??

Tut...tut...tut....
Tahukah engkau wahai mantanku... ketika aku benar-benar berada pada bagian terbawah dalam hidup. setelah engkau meminangku, dan kini dengan mudahnya kau campakkan diriku tanpa sebab yang masuk akal.

Keterpurukan itu telah membawakan berkah bagiku. Allah begitu mencintaiku, hingga diturunkannya hidayahNya untukku melalui semua itu. Demi melupakan kepahitan itu, aku pun datang mengetuk pintu taubat Allah. Yah... tentu saja Allah mempersilahkanku untuk memasuki pintu itu dengan segala ujian.
Dan tahukah kau wahai mantanku....hati ini jauh lebih bahagia dan damai tanpamu.
Dan aku... Berterimakasih karena engkau telah meninggalkanku.

Dan kini....
Setelah satu bulan lamanya masalah ini mengendap, orang tuamu pun menghubungiku, menjelaskan semua...
Mengenai perkara "wanita lain" yang kau anggap lebih penting dibandingkan dengan pendapat orang tuamu. Ibumu menangis mengadu padaku. Memintaku untuk bertemu dengannya.

( Baca Juga : aku sedang belajar dan berjuang, bersabarlah aku pasti datang bertamu )

Tahukah kau wahai mantanku.... hatiku pun terluka, hatiku kecewa, bukan karena engkau mendua, tapi karena engkau telah tega menyakiti hati seorang ibu, seorang ibu yang sejak kecil merawatmu, seorang ibu yang merelakan segalanya hanya untuk dirimu, seorang ibu yang amat kusayang, dan seorang ibu yang telah tak kumiliki....

Tak peduli seberapa kejamnya kau menyakitiku, tapi hanya satu yang kupinta darimu... "Mohon hargai ibumu"


[ Nilah Ratnasari ]

Rabu, 02 Maret 2016

Masa Lalu Yang Mampu Membuatku Mengartikan Cinta

Masa Lalu Yang Mampu Membuatku Mengartikan Cinta

Kita hadir di dunia dikarenakan kata yang dinamakan cinta, cinta kedua orangtua kita yang sama-sama berkomitmen untuk hidup bersama. Bahu membahu untuk meneruskan suatu generasi dan menciptakan kebahagiaan dalam rumah kecil yang bernama keluarga. kita tiadapun atas dasar cinta, cinta sang maha kuasa menghentikan denyut jantung kita agar tidak semakin lama merasakan sakitnya hidup di dunia dalam keadaan lemah tak berdaya.

Masa Lalu Yang Mampu Membuatku Mampu Mengartikan Cinta


Ada cinta yang hanya sekedar memperkenalkan diri, lalu pergi dengan membawa kisah bahagia dan harapan yang tidak akan pernah sampai. Hadir hanya untuk memberi kebahagiaan yang semu dan terbatas oleh waktu. mungkin hanya sebagai pelarian atau tempat singgah sebelum menemukan hati yang sebenarnya untuk singgah.

Ada cinta yang penuh dengan kepura-puraan dengan iming-iming gemerlapnya kehidupan dunia. Memberi harapan kebahagiaan yang senearnya tidak ada, hanya untuk tujuan yang tidak bisa di maafkan. Mengatasnamakan cinta dan kesetaan lantas menghalalkan perbuatan dosa. Sungguh hal yang tidak bisa dikatakan sebagai manusia.

Cinta yang malu-malu terlihat lebih unik. Hanya bisa mengagumi dari jauh, tanpa ada keberanian untuk mengatakan. Jangankan menyapa dan menghubungi, melihatpun tidak bisa karena takut untuk menyakiti. Malu pada sang pemilik cinta, jika berani menyentuh hati seseorang sebelum ada izin dari pemilik hati.

Cinta yang berani dan penuh dengan keyakinan untuk menerima lamaran. Percaya akan janji-janji Allah, kalau dengan bersama hidup kita akan lebih bahagia. Dibandingan dengan punya hubungan yang belum tentu berujung ke pelaminan. Allah pun akan senantiasa bersama dengan siapa saja yang taat dan jauh dari dosa, bukannya Dia maha kaya.

Cinta yang hanya bisa sebatas teman, tidak berani mengungkapkan walau sama-sama memiliki rasa. Hanya bisa menunjukan rasa cemburu tanpa ada status yang jelas. Kita saling melindungi, kita saling mendukung, dan kita saling menguatkan satu sama lain tapi hanya sebatas teman. Ya hanya sebatas teman. ( baca juga : jatuh cinta adalah patah hati yang tertunda sebelum akad )

Ada banyak alasan orang memiliki rasa cinta. tapi hanya sedikit orang yang bisa mengutarakan dan mempertanggungjawabkan rasa itu. Kita hidup tidak akan lama, jangan sampai ada penyesalan jika suatu hari waktu kita habis. Tapi masih ada rasa yang belum tersampaikan. 

Maknai cinta sebagai anugrah yang harus disyukuri dengan cara yang telah ditetap oleh syariat. Agar alasan kita mencitai karena sesuatu yang bisa mempersatukan di dunia dan di akhirat. cinta itu tidak salah, yang salah adalah nafsu setan yang mengatasnamakan cinta.
forex, forex trading, trading forex, forex trader, broker forex, forex online, fx forex , trade forex, forex fx, forex online trading, online forex, forex calendar, forex signal, market forex, info forex, forum forex, forex trading system, forex bonus, news forex, forex chart, forex analysis, scalping forex, forex system, live forex, trading forex online